::-bismillahirrahmanirrahim-::

Tempat : Masjid Nurul Himah, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat
Tajuk : Kewajipan menuntut ilmu bagi muslimin dan muslimat
Tarikh : 27.10.2009
Status Hati : Kosong
Segala pujian bagiMu ya Rahman, yang membuka hati dan menggerakkan kaki-kaki kami untuk berjalan dan duduk didalam majlis ini. Bukalah pintu hati kami kepada ilmuMu, permudahkanlah pemahaman kami agar kami bisa menerima ilmuMu setotal mungkin. Teguhkanlah hati kami agar tetap berada pada jalan yang Kau redhai=ameen=
Sekadar sedikit kesimpulan yang dapat saya perolehi dari taalim tersebut. Dan sekadar usaha saya dalam membina peringatan bagi diri ini sekiranya saya terlupa disuatu hari nanti *naudzubillahhiminzalik*
baru-baru ini, kita dikejutkan dengan beberapa siri gempa bumi di Indonesia. Sejajar dengan kejadian yang berlaku di Padang, saya dan beberapa teman ada menerima secebis kata-kata yang mengaitkan waktu setiap kejadian dengan ayat Al-Quran. Banyak yang menerima, tidak kurang juga yang ragu-ragu. Hakekatnya, peristiwa yang didasarkan atas nombor adalah tidak ilmiah karena Al-Quran tidak boleh ditafsir seperti itu. Tidak cocok bak kata penceramah. Masakan tidak sekiranya terjadi bencana alam pada jam 1.05 pagi dan dikaitkan dengan ayat AL-Quran 1:5 (tunjukilah kami jalan yang lurus) kan sudah tidak kena dan ia bisa dijadikan hujah oleh orang kafir. Siapa nak jawab??
Apabila terjadi bencana, kita seringkali disogokkan dengan pandangan sesetengah pihak yang mengatakan bahwa itu adalah azab Allah untuk masyarakat itu dan itu..kata-kata seperti, "tu la banyak sangat diorg buat maksiat, tu balasan dari Allah la tu""Allah murka dengan negara tu,jahat sangat..padan muka!" Tambah mengejutkan sekiranya ia keluar dari seseorang yang berilmu dan dipandang tinggi oleh masyarakat. Sedangkan tugas kita adalah sebagi seorang daie, bukannya qadi yakni penghukum bukan juga untuk menfonis (menuduh) hamba Allah yang lain. Urusan azab dan murka Allah adalah diluar batasan kita, ia berada didalam wilayah Allah, hak Allah dan tidak pantas untuk kita mengambilnya dari Tuhan yang mencipta kita! Tidak sama sekali. Pandangan yang paling adil untuk mereka adalah dengan mengatakan "disitu ada yang disayangi Allah, ada yang dicintai, mungkin ditegur , diperingati dan mungkin juga ada yang diazab oleh Allah" tetapi untuk mengatakan mereka semua diazab adalah amat tidak adil sekali. Bayangkan, terdapatnya sekumpulan anak-anak kecil yang sedang menuntut ilmu tetapi turut tenggelam bersama tanah sehingga hilang dan tidak ditemui lagi.Apakah wajar kita mendakwa mereka juga diazab oleh Allah?? Sewajarnya kita membalikkan setiap kejadian yang berlaku dengan mengintrospeksi (muhasabah) diri kita bukan menilai orang lain!
Maka apakah tugas kita untuk menangani pemahaman sebegini rupa yang tidak pernah berhenti untuk hadir setiap kali terjadinya bencana?? Tuntutlah ilmu wahai jiwa-jiwa manuia sekalian. Kita harus menguasai Sunnatullah (hukum Alam) dan juga Syariatullah (Aturan Allah).Kenyataan bahawa dunia Barat yang lebih maju dari negara-negara Islam adalah kerana penguasaan mereka dengan Sunnatullah, biarpun mereka bukan orang Islam tetapi tahap ilmu meraka terhadap hukum sebab akibat alam mampu memajukan kehidupan mereka. Sedangkan kita? dimanakah kita pada saat ini? padahal kita punyai kelebihan dengan pemahaman terhadap Syariatullah. Sekiranya dua hukum ini berjalan sejajar, majulah sesuatu bangsa. Kita sepatutnya UNGGUL~ namun apabila ilmu yang terhidang tidak digunakan atau tidak mahu dipelajari maka jatuhlah kita menyembah bumi.

Ayuh rakan-rakan!~bangkit dari lena dibuai mimpi, kita punya tujuan untuk dicapai. Perkukuhkan aqidahmu terlebih dahulu kerana kerapuhan aqidah memudahkan kita diseret ke arah pemahaman yang salah terhadap agama mulia ini. Jangan segan bertanya, jangan malu untuk berbuat salah, tetapi jangan lupa membuka ruang untuk diperbaiki. Biar salah sekarang jangan salah yang memakan diri dikemudian hari.
Sekadar sedikit kesimpulan yang dapat saya perolehi dari taalim tersebut. Dan sekadar usaha saya dalam membina peringatan bagi diri ini sekiranya saya terlupa disuatu hari nanti *naudzubillahhiminzalik*
baru-baru ini, kita dikejutkan dengan beberapa siri gempa bumi di Indonesia. Sejajar dengan kejadian yang berlaku di Padang, saya dan beberapa teman ada menerima secebis kata-kata yang mengaitkan waktu setiap kejadian dengan ayat Al-Quran. Banyak yang menerima, tidak kurang juga yang ragu-ragu. Hakekatnya, peristiwa yang didasarkan atas nombor adalah tidak ilmiah karena Al-Quran tidak boleh ditafsir seperti itu. Tidak cocok bak kata penceramah. Masakan tidak sekiranya terjadi bencana alam pada jam 1.05 pagi dan dikaitkan dengan ayat AL-Quran 1:5 (tunjukilah kami jalan yang lurus) kan sudah tidak kena dan ia bisa dijadikan hujah oleh orang kafir. Siapa nak jawab??
Apabila terjadi bencana, kita seringkali disogokkan dengan pandangan sesetengah pihak yang mengatakan bahwa itu adalah azab Allah untuk masyarakat itu dan itu..kata-kata seperti, "tu la banyak sangat diorg buat maksiat, tu balasan dari Allah la tu""Allah murka dengan negara tu,jahat sangat..padan muka!" Tambah mengejutkan sekiranya ia keluar dari seseorang yang berilmu dan dipandang tinggi oleh masyarakat. Sedangkan tugas kita adalah sebagi seorang daie, bukannya qadi yakni penghukum bukan juga untuk menfonis (menuduh) hamba Allah yang lain. Urusan azab dan murka Allah adalah diluar batasan kita, ia berada didalam wilayah Allah, hak Allah dan tidak pantas untuk kita mengambilnya dari Tuhan yang mencipta kita! Tidak sama sekali. Pandangan yang paling adil untuk mereka adalah dengan mengatakan "disitu ada yang disayangi Allah, ada yang dicintai, mungkin ditegur , diperingati dan mungkin juga ada yang diazab oleh Allah" tetapi untuk mengatakan mereka semua diazab adalah amat tidak adil sekali. Bayangkan, terdapatnya sekumpulan anak-anak kecil yang sedang menuntut ilmu tetapi turut tenggelam bersama tanah sehingga hilang dan tidak ditemui lagi.Apakah wajar kita mendakwa mereka juga diazab oleh Allah?? Sewajarnya kita membalikkan setiap kejadian yang berlaku dengan mengintrospeksi (muhasabah) diri kita bukan menilai orang lain!
Maka apakah tugas kita untuk menangani pemahaman sebegini rupa yang tidak pernah berhenti untuk hadir setiap kali terjadinya bencana?? Tuntutlah ilmu wahai jiwa-jiwa manuia sekalian. Kita harus menguasai Sunnatullah (hukum Alam) dan juga Syariatullah (Aturan Allah).Kenyataan bahawa dunia Barat yang lebih maju dari negara-negara Islam adalah kerana penguasaan mereka dengan Sunnatullah, biarpun mereka bukan orang Islam tetapi tahap ilmu meraka terhadap hukum sebab akibat alam mampu memajukan kehidupan mereka. Sedangkan kita? dimanakah kita pada saat ini? padahal kita punyai kelebihan dengan pemahaman terhadap Syariatullah. Sekiranya dua hukum ini berjalan sejajar, majulah sesuatu bangsa. Kita sepatutnya UNGGUL~ namun apabila ilmu yang terhidang tidak digunakan atau tidak mahu dipelajari maka jatuhlah kita menyembah bumi.

Ayuh rakan-rakan!~bangkit dari lena dibuai mimpi, kita punya tujuan untuk dicapai. Perkukuhkan aqidahmu terlebih dahulu kerana kerapuhan aqidah memudahkan kita diseret ke arah pemahaman yang salah terhadap agama mulia ini. Jangan segan bertanya, jangan malu untuk berbuat salah, tetapi jangan lupa membuka ruang untuk diperbaiki. Biar salah sekarang jangan salah yang memakan diri dikemudian hari.
:~Semoga kita tergolong dalam golongan orang yang memperjuangkan agama Nya~:
tamat pada : 8.30 mlm
status hati : terisi!! *hapPy*
tamat pada : 8.30 mlm
status hati : terisi!! *hapPy*
3 comments:
terima kasih sbb coretkan kat blog.. hari tu tak pegi sbb tak tau pun ada.. at least, dpt jugak info pasal isi taklim tu.. tenkiu byk byk..
sharing is caring =)
nnt nxt 2 weeks ade taalim lagi insyaAllah..
jemputlah datang ye..
memg da dijadikan isu pn, pnah trbace kat faithfreedom.com, die sindir kate Allah xsyg org Islam etc2..
Post a Comment